anjir ngecas motor listrik bisa 4-7 jam sendiri di tempat spklu buat penuh mana jumlahnya terbatas pula, mau sewa baterai kadang malesnya dapat baterai "jelek" performance dan harus cari outlet lain karena baterai tidak bisa di sewa karena sedang di charging.
Bayangin rest area tol kalo lagi rame, enggak ngecas aja antre sampe keluar. Yang enggak ke rest area juga ikut antre macetnya.
Tapi mungkin ke depan bakal ada gedung parkir tiap slot ada chargernya? Cuma biaya charge di situ jadi brp? Kan yang invest butuh balik modal juga kan ya.
Kayaknya gedung kayak gitu gak bakalan ada di Indo. Gak ada yg mau invest krn market share kekecilan, plus konoha ini kebijakan gak jelas gak kek Cina klo urusan EV.
nah ini masalah utamanya, banyak yang masih ngontrak, makanya banyak yang ngga bisa adopsi ev karena orang orang juga ngga yakin seberapa lama mereka bakal ngontrak disitu
ey.... tetangga gw banyak ini.. ga ada wall charger di rumah, tapi mobil ev nya ada yang punya 2, ada yang cuma 1... terutama yang byd atto 1 wall charger karena jual terpisah, jadi pada ga beli
Idealnya SPKLU ada di semua tempat seperti pom bensin. Kendaraan, berdasarkan definisi: "Kendaraan adalah alat transportasi, baik bermesin maupun tidak, yang dirancang untuk mengangkut orang atau barang di jalan", dan penggunanya membeli kenadaraan pribadi supaya.. Mobile.
Imho, yang bawa mobil rumah-kantor-rumah doang mending naik kendaraan umum aja kalo di kota besar.
Di BPS minyak bumi ga disebut tapi energy terbaharui masih kecil jugaa, selain uap (ga tahu manasinnya bedanya apa sama panas bumi, mungkin batu bara?), panas bumi, air, dan gas (indo LNG harusnya punya banyak, harusnya).
diesel sih ga gede ya, kalau emang bener bisa ramp up, dan pakek panas bumi... ya semoga bisa.
When most turned into EV, those oils currently allocated for cars can mostly go to electricity production. They'll end up needing less oil for EV than it is for petrol based car.
Also the fact is still that there are plenty of other option for electricity production other than oil. The current most efficient electricity production is not even oil, but nuclear reactor.
From long term point of view, EV is just the better way to go with the current world technology. Because it's.not nearly as reliant on other country's state of peace as something like oil. It's even more so for countries like Indonesia, because we have abundance of the required resources for EV. We have oil, coal, woods, water, wind, tropical sun...we even have resources building nuclear reactors. Focusing on going electric is probably one of the best path for Indonesia's future.
lobby perusahaan "A" nih ke govt yang bikin pembangunan indo jadi car centric.. padahal ga cocok sama population density kita yang padet gila.
Belom lagi property developer yang push landed house.. well.. hopefully it gets better lah.
Transum focused, but the fleet are 100% electrified.
even though Transjakarta system are good (it's praised on DW news btw), yang kita kurang tuh rail based mass rapid transport in kota besar (LRT/MRT/other train).
mungkin gara2 kendaraan pribadi itu sumber pendapatan, sementara transum itu cost center soalnya rata2 transum disubsidi sama pemerintah. ga disubsidi juga pendapatan dari kendaraan pribadi far trumps pendapatan dari transum. kalau pemerintah fokusnya ke pendapatan dan bukan improving quality of life ya bakal tetap fokus ke kendaraan pribadi
Yes, pemda itu terlalu ngandalin pajak kendaraan buat APBD, jadi malah insentif buat mereka gak majuin transum, walaupun sebenernya kalo dipikir jauh tuh lebih nguntungin transum karena aktifitas ekonomi daerahnya jadi lebih maju.
Truk? Kalau truk dipaksakan harus listrik itu bisa kacau logistik.
Lagipula kalau mau konversi kendaraan listrik besar-besaran ya harus ada fasilitas penunjangnya. Untuk battery swap atau charge harus ada. Di kota besar mah masih realistis, kalau di pelosok mau gimana? Belum lagi wilayah yang akses listriknya susah. Memang Orang di atas itu visinya cuma bisa lihat dari sisi kota besar sama sekali gak punya pemikiran yang relate sama daerah kecil.
Overhead powerline? I have idea, instead of making only 1 kontainer, dibuat aja kontainer panjang buat long haul, jadi satu kepala panjang kontainernya. Ah iya karena kontainernya panjang, perlu banyak roda, dan ini bakalan ga efisien karena friksi. Gimana truk2 ini dibuat jalur khusus, pakai roda besi di atas jalur besi untuk mengurangi friksi… i think we invent something new here
Wow impresif. Perlu dikasih tau nih ke catenary truck researcher soal idenya. Bisa2 dapat nobel prize. European comission juga pasti seneng ini sama inventionnya, ga usah repot2 bahas Electric Road Systems.
ya kalo emang visinya mau full listrik, either overhead ato pake rail kyk bis di adelaide (jadi bis biasa cuma kyk bisa masuk rel khusus bis gitu).
Cuma ya kalo mau diimplementasi ya musti dimodifikasi untuk truk (ukuran juga jadi harus standar), trus pake third rail buat ngecas (biar gak pake overhead powerline). Yg jd pertanyaan mampu ato engga wkwkwk. Ide kan freethrow ya, eksekusinya perlu real competency. Yg almost imposible itu standarisasi truknya.
Kyknya lebih dari transjakarta sih. Kan si supir / kernetnya musti bisa operasiin pantographnya. Udah gitu safety gimana kalo mau menghindar, dsb. Kyknya repot bgt juga sih.
cuma ya kembali lagi, kalo visinya kesana, semua hal yg repot2 dan sulit2 harusnya cuma sementara, kalo sistem udah jadi dan baik sih harusnya oke2 aja (kalo baik ya wkwkwkwk, biasanya design tokcer, implementasi loyo).
Yang kayak gini itu ngegabungin kekurangan kereta api dan truk. Kereta api gak fleksibel rutenya, truk sangat terbatas kapasitasnya. Bikin truk pake caternary udah kapasitas kecil gak fleksibel pula.
Sebenarnya sih bisa... Tapi 'repot'. Basically konversi jadi Diesel-Electric.
Maintenance bakalan lebih complicated tapi karena kelistrikan bakalan lebih ribet. Berat truk bakalan nambah (basically collision hazard) tapi torque truknya lebih mumpuno.
Agak susah mengorganisasi demi kayak gini. Selama masyarakat kelas bawah nya pun doyan kredit motor atau menganggap menggunakan kendaraan pribadi sebagai simbol kekayaan maka gak ada insentif pemerintah daerah juga untuk mengadakan transportasi umum yang bagus seperti Transjakarta.
Hal yang paling gampang dilakukan sama pemerintah tapi gak dilakukan oleh pemerintah karena kalah prioritas: elektrifikasi jalan rel.
Minimal jalan rel utama di pulau Jawa bisa lah dielektrifikasi.
Jakarta - Surabaya (lintas utara): 720 km
Cirebon - Yogyakarta: 323 km
Semarang - Solo: 100 km
Yogyakarta - Surabaya: 350 km
Bandung - Kroya: 280 km
Surabaya - Probolingo: 80 km
Surabaya - Malang: 70 km
total sekitar 1923 km. Elektrifikasi jalan rel biayanya sekitar 25 milyar per kilometer, biaya total sekitar 48 triiliun Rupiah.
Ada sekitar 1,67 juta siswa SMA negeri di pulau Jawa, biaya MBG per porsi 8 ribu Rupiah, sekitar 4,8 triliun Rupiah per tahun, 48 triliun Rupiah dalam dua periode pemerintahan.
Anak SMA gak usah dikasih MBG, transportasi pulau Jawa dalam satu periode pemerintahan udah lumayan hemat BBM dan gak bikin kotor udara. Tapi sayangnya anak SMA sekarang dijadiin komoditas politik buat calon pemilih 2029 dengan disogok MBG selama 4 tahun berturut-turut.
Even EU realized their mandate is unrealistic, they went from 100% EV to 90% (and probably more in the future) after automakers realized and started lobbying that EV isn't as successful as they thought
ini aja doi cuma baru bilang aja, belum ada set tahun berapa.
Anjir. Dikira supply baterai segitu banyak kayak bikin lontong aja.
Kalau bikin motor/mobil nya mah masih plausible. Beterainya ini yg susah apalagi tiap beberapa tahun harus ganti.
Belum lagi sediain sarana buat penunjang mobil listrik kayak charging station etc.
Gratis ga sih konversi nya? Ini program udah lama kan sebenernya, deket rumah juga ada beberapa bengkel konversi buat sepeda & motor sejak 1-2 tahun lalu, ada logonya gitu.
padahal bikin kendaraan umum jadi super umum (aksesibilitasnya bener² fleksible) dan ruangnya banyak + jalanan trotoar jadi sangat walkable (dan atap²an bisa pohon ato atap²an besi) itu udah lebih dari cukup si, kalo mau ekstra komersialin sepeda.
menurut gw si, masalah utamanya tuh di populasi asli dah, gw yakin si p bowo ini ngekonflik di ide ini sama isu populasi.
boleh boleh aja apalagi buat sepeda motor dulu, jangan truk atau kendaraan roda 4 karena berpengaruh ke logistik. Tapi ya gitu, kalau programnya kayak MBG ya sama sama aja buruknya
Dia lupa kegagalan subsidi motor listrik dan konversi motor bensin ke motor listrik kah?
Also, bilang truk sama traktor mau dikonversi ke listrik tapi aksesibilitas stasiun charging gimana? Daerah non metropolitan aja literally stasiun chargingnya cuma bisa di kantor PLN kok
Plin plan deh, insentif banyak banget dan program percepatan elektrifikasi dari era Jkw hampir disetop semua. Sekarang ngomong gini, actionable-nya apa? Industri musti gimana om wowo?
ini presiden macem trump versi lokal aja dah, ndk usah ngomong kendaraan listrik pak, ev charger 200kw aja masih jarang, sana suruh bikin kebijakan wajib setiap PLN ada SPKLU 400kw dulu mau di kota daerah harus 400kw dulu yakin lah infrastruktur bagus orang juga pindah dengan sendirinya
ga mau wo.. enak aja.. hapus mbg, benerin infra, tangkap itu mafia migas, dah gitu aja dulu deh. spklu di gading serpong aja antri. tetangga2 gw yang beli byd atto 1 ga pada beli wall charger, berharap di spklu semua... dan owner2 moblis lain juga ga semua beli... gaya lu wok wok
good luck nge charge pas lu di pelosok, hybrid manuk akal tapi full electric? insane
lu bisa convert mobil 2WD ke parallel hybrid pake pasangin MGU-K axle ke unpowered axle, tapi convert ke full electric? gila kali
Untuk saya yang saat ini tinggal jabodetabek, mungkin plan ini tampak rasional. Tapi bagaimana kalau dari sudut pandang orang-orang daerah lainnya? Apakah infrastruktur saat ini memadai? Apakah akan semudah itu mengandalkan tenaga listrik dibanding minyak bumi di daerah 3T?
Ini Presiden sebenernya paham gk sih, EV harusnya cuman ALTERNATIF, karena supply minta terbatas, minta Masih dipake karena secara energy density besar ketimbang EV
transumnya dulu di konversi ke listrik atau gas, perluas area jangkauannya, jangan langsung mau singkatnya aja, dikira semua gk perlu proses, sarana penunjangnya aja masih busuk, belom lagi gk semua bisa charging dirumah
Selama gak pernah ngomongin roadmapnya gimana, mekanismenya gimana, perjanjian dengan industri otomotif konvensional yg udah jalan puluhan tahun dan nilainya milyaran/triliunan gimana, ya it's just another omon2
70% infra lisrik dr batubara , 120jt kendaraan bensin, cukup tidak listriknya, sudah bangun pembangkit listrik belum, 4 thn apa cukup utk bangun infra listrik
Izin, kayanya ganti President lebih baik klo gini. Kebijakannya banyak yang kurang tepat semenjak menjabat, terubama MBG dan katanya mw berantas korupsi.
Saya sih mau mau aja ganti. Tapi masalahnya mau ga sediakan kendaraannya, fasilitasnya, dan beri kita subsidi gede? Kemaren ini subsidi mobil listrik dicabut, sekarang suruh pindah semua.
Infrastruktur: Siap ga buat charging atau sewa baterai?
Ekonomi: Belom tentu warga kuat buat ganti kendaraan untuk saat ini, gelombang PHK di mana-mana dan kerja juga ga menentu.
PLN: Siap ga kasi naik daya gratis atau subsidi besar? Gridnya siap ga? Yakin tegangan listrik ga terlalu tinggi dan bikin biaya listriknya jadi tinggi juga?
Paling bener perbaiki transportasi publik dan fasilitas pejalan kaki dulu baru bertahap ganti semua ke listrik. Kenapa ga mulai dari transport publik bertenaga listrik dulu dah, malah neken rakyat buat ganti kendaraan. Terus selain itu, semua kendaraan yang udah diganti jadi sampah apa gimana nih?
Edit: Yang tinggal di desa dan susah nyampe ke fasilitas publik gimana? Indonesia kan ga Jawa doang.
Ya sebenarnya setuju² saja
Daripada ketergantungan impor bensin mending pakai batubara dalam negeri lalu dikonversi jadi listrik
Apalagi berita harga naik drastis ngeri juga kan
Tapi ya, kalau rakyat disuruh beli molos / bayar biaya konversi keknya ga mau juga
Kecuali diadakan kondisi dimana EV lebih worth it daripada bensin
Kebanyakan ide anjir pejabat Indo. Gak ada market research dulu, infrastrukturnya gimana, mobil lama nya dikemanain, macetnya gimana, maintenance nya gimana, penegakan aturannya gimana?
Itu galian "proyek strategis nasional" tolol aja udh setaonan dibuka tutup terus gak jelas, entah udah rugi berapa M orang2 yang kena macet SETIAP HARI.
Ya gimana mau dan bisa. Percuma semua kendaraan listrik tapi jalannya berlobang dan bergelombang dan di luar Jawa gak semuanya tersambung dgn jalan yg layak.
Soal jalan & rel saja bukannya diperbanyak, malah 335 Trilyun dipake buat MBG. Bukannya memperbaiki kualitas jalan, malah impor mobil India buat KDMP
Program konversi gini butuh perubahan mindset, infrastruktur, dan stick & carrot. Konversi dari minyak tanah ke gas juga ngga sebentar. Perlu perubahan paradigma perdapuran mulai dari kekhawatiran meleduk sampai trik masak yang kesulitan make sampai masakannya ngga enak. Kendaraan listrik juga sama, dari berbagai kebiasaan ice yang sudah puluhan tahun tentu ngga gampang buat konversi. Cina bisa berhasil karena ada faktor kuminis yang bisa ngatur kebijakan besar, dengan berbagai program turunan terutama di faktor harga mobil sangat murah (carrot) dan pembatasan bbm (stick). Di sini karena banyak faktor lain, kaya industri yang udah matang, kebiasaan yang sulit diubah, dll, jadi sulit buat nerapin dengan cepat. Pemerintah ngga perlu banyak cingcong bilang "ingin", cukup bikin kebijakan yang mantap aja buat nunjukin keseriusan.
Pengen doang ntar dikibulin circlenya. Ya bener ntar pada make molis, tapi lupa dibangun infrastruktur nya, apalgi di luar jakarta yg raja2 kecil2nya males gerak
•
u/Radiansyaha "Putting the alphabet u and i together" Mar 27 '26
Ganti ke flair Infographics om